Jan 21 2008
Political News that Features me
Jawa Pos, Minggu 3 Juni 2007
Rakernas II PAN di Palembang
PALEMBANG - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PAN di Palembang dipastikan sepakat bersikap tegas terhadap pemerintah. Aspirasi yang menguat di kalangan peserta adalah desakan agar PAN menjadi partai oposisi.
"PAN jangan banci lagi, harus punya karakter dan identitas yang jelas. Maka, kami minta PAN menjadi oposisi, tapi oposisi solutif," jelas Ketua DPW PAN Bali Cyril Raoul Hakim di Palembang kemarin.
Desakan serupa disampaikan sejumlah DPW, termasuk Jawa Timur. Menurut Chiko -panggilan Cyril Raoul Hakim-, PAN bukan partai koalisi pemerintahan SBY-JK. Saat pilpres putaran kedua, dukungan PAN juga tidak disampaikan secara eksplisit.
Karena itu, posisi yang pas buat PAN adalah oposisi solutif. Peran sebagai mitra sejajar yang kritis tidak tepat lagi karena PAN bukan partai koalisi dan pendukung pemerintah seperti halnya Partai Demokrat, PBB, PKPI, dan PKS.
"Oposisi solutif artinya, kita bisa menghadang setiap kebijakan pemerintah yang tidak memihak rakyat," tegas Chiko. Posisi itu lebih tegas dan jelas dibandingkan hanya mengkritik. "Mengkritik itu kerja pengamat, bukan parpol," tandasnya.
Ketua DPW PAN Jatim Suyoto menegaskan desakan serupa. "Dengan menjadi oposisi, peran PAN bisa jauh lebih efektif," katanya. Aspirasi yang diminta Jatim, lanjut Suyoto, Fraksi PAN di DPR menolak kebijakan SBY kalau merugikan rakyat.
"Tapi, kalau ternyata kebijakan itu baik dan sama dengan sikap PAN, fraksi harus setuju. Jadi, oposisi tak mesti beda terus," tegasnya. Aspirasi menjadi oposisi solutif itu akan dimasukkan dalam butir rekomendasi Rakernas II PAN yang dibacakan hari ini.
Jatim, lanjut Suyoto, juga mengusulkan agar Ketua Umum Soetrisno Bachir bersedia menjadi calon presiden 2009. Usul itu terkait dengan keinginan pembelian kepemimpinan nasional. Capres mendatang harus figur yang solutif, mampu berkomunikasi dengan semua pihak, interpreter, dan entrepreneur (wirausahawan).
Selain Jatim, desakan serupa disampaikan DPW PAN Kalsel, Bengkulu, Bali, dan Sultra. "Yang ketiga, Jatim mengusulkan agar rakernas menentukan anggota DPR dan DPRD dengan sistem suara terbanyak," jelasnya.
Aspirasi wilayah, tampaknya, direspons DPP. Wakil Sekjen DPP PAN Zulkifli Halim yang juga sekretaris panitia menegaskan, pihaknya setuju dengan opsi jadi oposisi solutif. "Soalnya kita tidak ingin tenggelam bersama SBY," katanya.
Namun, Ketua Panitia Rakernas Hafisz Tohir menyebut oposisi bukan jalan terbaik. Bagi dia, PAN tidak mesti menarik kadernya dari pemerintahan. Saat ini, ada dua kader PAN di kabinet, yaitu Mendiknas Bambang Sudibyo dan Mensesneg Hatta Radjasa. "PAN tidak perlu menarik menteri dari kabinet. Yang penting, PAN tetap kritis terhadap pemerintah," ujar Hafisz, yang juga adik kandung Hatta Radjasa itu.
One response so far
generic cialis