Feb 05 2008

raoulhakim

ME magazine interview

Posted at 7:19 pm under Uncategorized

   • Peluncuran Layanan CBN Mobile 3G   • Pemberlakuan Peraturan Dirjen Pajak PER-70/PJ   • Perluasan Cakupan Wilayah Layanan CBN Mobile thru StarOne

NEWS | TECH |JOB |TRAVEL |SHOPPING |ENTERTAINMENT |HEALTH |MAN |WOMAN| MAP |
Hot Topic | Hobbies | LifeStyle | Eccentric | Female First | The Executive Corner | Drinks | Automotive Tips | Bar Jokes | Sex |

Consultation |


The Executive Corner 


Male Emporium


Cyril Raoul Hakim
Antara Godaan dan Politik

The Executive Corner Tue, 12 Jun 2007 15:31:00 WIB

Muda usia dengan fisik menawan. Pengusaha dan politikus. Benarkah hanya wanita cantik dari kalangan selebriti yang mampu meruntuhkan hatinya? Tumbuh dan dibesarkan dalam keluarga berkelimpahan materi, bungsu dari dua bersaudara buah perkawinan pasangan pengusaha (alm.) Hakim Talib (Sumatera Barat) dan Srikandi Hakim (Jawa Timur) inipun beroleh pendidikan yang sangat memadai.

Menyelesaikan bangku SMP dan SMA di Australia, CYRIL RAOUL HAKIM, kelahiran Jakarta, 25 Agustus 1973 ini akrab disapa Chiko. la merampungkan pendidikan tinggi di New York University, jurusan Komunikasi Massa. la memang dipersiapkan sebagai pewaris tongkat kepimpinan bisnis yang dibangun orangtuanya. Layaklah bila saat ini tiga jabatan penting dipegangnya: Direktur Utama PT RH International dan Millenium Production, dan pemilik Aozora Restaurant. Di luar kiprahnya di dunia usaha, lelaki bercita-cita menjadi negarawan ini terjun ke dunia politik. Menariknya, di usianya yang relatif muda, 25 tahun, ia ikut mendeklarasikan Partai Amanat Nasional (PAN) pada Agustus 1998. lapun langsung menjadi pengurus. Pada periode pertama itu, penikmat buku karya Michael Chrichton ini tercatat sebagai Wakil Ketua Departemen Pemuda termuda. Dan ketika ia dipercaya menduduki posisi Ketua DPW (Dewan Pengurus Wilayah) PAN BALI dua tahun lalu, kala usianya 32 tahun, ia menjadi yang termuda untuk posisi itu di dalam partai.

Nampaknya, anda memang dipersiapkan untuk menjadi penerus usaha orangtua?

Awalnya, sekembali ke tanah air tahun 1998 sehabis menyelesaikan pendidikan di Amerika, ayah saya meninggal. Proses saya memegang kendali usaha orangtua dipercepat. Waktu itu usia saya 24 tahun. Hanya saja, saya tidak sendiri, ada seorang kakak ipar yang sudah senior. Kami bersama-sama meneruskan usaha ayah, yang di antaranya project consultant. Lain itu, perusahaan kami merupakan pemegang keagenan beberapa mesin besar dari Eropa.

Sebenarnya, tak cuma ayah yang berbisnis tetapi ibu juga. Sekalipun bidang bisnisnya berbeda tetapi tetap bertalian. Dalam perjalanannya, usia ibu beranjak tua, untuk usaha ibu itu diteruskan oleh kakak perempuan saya.

Banyak yang meragukan kemampuan penerus usaha keluarga. Apa saja upaya Anda mengembangkan usaha keluarga?

Dalam berbisnis, it’s all about network. Alhamdullilah, mungkin karena saya merasa diri punya human relation skill, saya bisa membuat orang senang dan betah bergaul sama saya. Dengan cara pendekatan personal, saya sekaligus melakukan terobosan-terobosan bisnis. Sekalipun terobosannya tidak spektakuler tetapi perusahaan keluarga bisa berjalan.

Menurut Anda, apa plus minus bekerja atau mengelola bisnis keluarga?

Kita bertemunya memang dengan keluarga lagi. Kadang, sulit memisahkan profesionalitas dengan hubungan antara ibu dan anak, atau hubungan antara kakak dan adik. Tetapi plusnya, kita tidak mungkin akan menipu satu sama lain. Dari mengelola bersama, tentu kita berharap perusahaan keluarga ini tumbuh terus dan membesar.

Ada pendapat mengatakan, suatu kebanggaan tersendiri dapat membangun bisnis sendiri?

Kebetulan, lima tahun lalu saya membuka usaha restoran. Pilihan saya berkaitan dengan hobi saya yang suka makanan Jepang. Harus saya akui, usaha resto ini memang bukan usaha yang bisa mendatangkan keuntungan besar. Tetapi, totalitas saya diperlukan di situ, di antaranya terlibat setting restoran agar elegan. (Rasa) bangga memiliki usaha sendiri memang luar biasa karena saya membangunnya seorang diri.

Meneruskan bisnis keluarga, dalam karier dan penghasilan, Anda kan tidak perlu merayap dari bawah?

Sebenarnya, sejak saya kembali ke tanah air, keinginan saya konsentrasi di dunia politik. Tetapi, untuk berpolitik kan memakan banyak waktu dan diperlukan modal. Makanya saya berpolitik sembari bekerja di perusahaan orangtua. Tetapi dalam perjalanannya, saya tidak bisa berada di dunia bidang sekaligus. Saya harus memilih, total di bisnis atau politik. Pilihan saya total di politik.

Siapa yang memperkenalkan Anda pada politik?

Secara tidak langsung ibu yang memperkenalkan saya pada dunia politik. Saya diperkenalkan dengan kondisi masyarakat, bahwa kita harus peduli dengan orang yang kekurangan. Diharapkan saya lebih peka pada lingkungan. Saya juga dianjurkan banyak membaca buku-buku politik, dan tentang tokoh-tokoh politik Indonesia maupun dunia. Kebetulan ibu banyak mempunyai teman dari kalangan aktivis. Dan kalau ditarik lebih jauh ke bagian keluarga ibu, kakek saya bernama Abdul Wahab Djojohadikusumo termasuk pendiri Indonesia Muda di samping Ruslan Abdulgani, dan merupakan orang pemerintahan, dengan jabatan Kepala Jawatan Perhubungan Darat di era Bung Karno. Kebetulan, almarhum ayah saya juga aktif berorganisasi, di antaranya di Kadin (Kamar Dagang Indonesia).

Dari situ lalu Anda tertarik terjun ke politik ?

Dari kecil saya sudah mengerti Bung Karno, boleh dibilang dulunya seorang Sukarnois. Saya juga terlahir dari keluarga Nasionalis. Akhirnya di tengah jalan saya jadi tertarik, terkadang orang-orang heran, karena saya kan orangnya gaul, kok tertarik ke politik sih. Ya, memang itulah hobi saya salah satunya. Karena menurut saya politik itu harus hobi atau senang, jangan menargetkan untuk menjadi kaya atau memperoleh kedudukan. Itu salah, karena tidak semudah itu mencapainya. Kita harus menikmati, politik itu banyak orang jahat, skandal, gosip, kita harus nikmati itu dan paham bagaimana cara menangkalnya.

Sebenarnya, apa tujuan Anda berpolitik?

Negara kita semestinya sudah menjadi negara yang hebat, tetapi tidak menjadi negara hebat karena ulah beberapa orang. Saya ingin to give back to my country, berharap bisa berguna bagi bangsa ini. Caranya lewat berpolitik, karena bidang ini saya senangi, dan sesuatu yang saya tahu caranya. Mungkin orang melakukannya melalui yayasan sosial.

Apa tantangannya sebagai politisi yang relatif muda?

Saya kan orangnya friendly ya… jadi saya ya gaya berpolitiknya ya seperti itu. Saya hadir bukan untuk menyaingi partai lain tetapi sekaligus bekerja sama untuk menyejahterakan masyarakat, jadi penerimaan mereka pun positif. Saya sering dianggap masih hijau di politik, ya saya percaya diri saja dan learning by doing.

Sebagai politisi yang memiliki istri yang notabene selebriti (Wands Hamidah-red), Anda tidak takut terkena gosip yang bertujuan menjatuhkan kredibilitas Anda?

Istri saya kan juga terjun ke partai yang sama, selain itu dia juga sebagai pengurus DPP (Dewan Pimpinan Partai) dengan jabatan Wakil Bendahara. Istri  saya itu selama sembilan tahun hanya sebagai simpatisan, baru tahun lalu ia menjabat di partai. Kalau terkait gosip sih, mungkin ketakutan itu ada, tetapi jalani saja. Kan saya juga pernah gagal dalam berumah tangga, jadi itu membuat saya berpikir hidup harus tetap dijalani, kalau kita ketakutan dan bereaksi berlebihan itu akan membuat semakin parah.

Anda masih senang "gaul", apa tidak takut ini akan menjadi bumerang oleh lawan untuk menjatuhkan Anda?

Bukan hanya lawan saja, tetapi pimpinan juga. Seperti beberapa waktu lalu, saat Rakornas, ketika pimpinan partai memberikan arahan lalu menyebutkan nama saya. Saya diingatkan jangan mentang-mentang disuruh untuk mencari massa anak ‘gaul’ tetapi bukan berarti tiap malam harus selalu ke night club. Itu dinyatakan ke semua orang, tetapi itu sentilan lah buat saya. Tetapi selama yang saya lakukan itu legal, kan sah saja sebab mereka kan punya hak pilih, siapa tahu setelah kenal saya, mereka akan memilih partai kita. Karena saya juga tidak berusaha ingin menutupi kehidupan di luar partai, karena menurut saya jarang orang yang seperti saya yang ingin mendekati konstituen dari golongan ini.

Sebagai politisi yang gemar "bergaul", bagaimana Anda melihat realitas kondisi masyarakat Indonesia yang masih terpuruk?

Saya tetap tersentuh. Bersama dengan istri saya, kami memiliki yayasan anak asuh yang anggotanya sampai seribu anak. Meskipun dananya bukan dari kami langsung, tetapi kami mencari orang tua asuh bagi mereka. Hal ini sudah berjalan sejak saya belum menikah dengan istri saya. Ketika saya menjadi Caleg di Maluku Utara, saya mengangkat 50 anak pengungsi. Hal-hal seperti ini memang diperlukan oleh politisi, karena kepekaan sosial, dan hati nurani tidak ada sekolahnya.

Katanya untuk berpolitik itu butuh ‘amunisi’ besar, terutama dari segi materi. Boleh tahu berapa dana yang Anda habiskan untuk berkampanye?

Kalau melihat politisi-politisi di negara demokrasi di seluruh dunia, mereka mempunyai latar belakang ekonomi yang baik, sehingga pikiran tidak perlu berbagai antara berpolitik dan cari uang. Saya sendiri, ketika memutuskan berpolitik sudah tentu didahului kemapanan dan secara keuangan keluarga tidak terlantar. Masalahnya, politik itu sangat menyita banyak waktu, sehingga kita tidak terlalu punya waktu untuk mencari uang.

Jadi, Anda memilih menjadi seorang politisi atau entrepreneur?

Saya menganggap seorang entrepreneur tidak selalu pengusaha, tetapi orang yang bisa mengambil resiko, atau menjadikan nothing becomes something. Tetapi bila dibandingkan dengan menjadi pengusaha murni atau politisi, saya akan memilih menjadi seorang politisi. Sebab terkadang saya orangnya boros, dan rasanya saya lebih cocok menjadi seorang politisi.

Lalu, bagaimana gaya pengambilan keputusan politik Anda?

Mungkin gaya saya sedikit radikal ya. Seperti beberapa waktu lalu, saat saya mengambil sebuah keputusan politik yang bertentangan dengan pengurus lainnya. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya memutuskan ini, dan keputusan ini saya ambil relatif singkat dan tidak biasa karena keputusan partai itu biasanya ada tahapannya. Tetapi akhirnya terbukti bahwa keputusan yang saya ambil itu ada manfaatnya untuk partai.

Latar belakang pendidikan Anda dibidang komunikasi. Apa alasan Anda memilih bidang pendidikan itu?

Semula saya ingin melanjutkan pendidikan ke political science, tetapi ayah saya bilang orang politik itu tidak harus belajar political science, tapi bisa dari bidang mana saja. Dari itu, ayah mengarahkan saya ke finance. Tapi, hanya berjalan satu tahun karena saya tidak bagus untuk hitungan angka-angka. Kemudian, saya mengambil Komunikasi Massa di California. Setahun kuliah, saya berkesempatan magang di kantor Grey Communications di New York. Dari situ saya masuk New York University untuk meraih gelar S1.

Berada di luar negeri selama 10 tahun dari usia remaja hingga meraih gelar di luar negeri, menjadikan Chiko lama berjauhan tinggal dari orangtua. Laki-laki bertubuh atletis - tinggi 175 cm diimbangi berat 75 kg yang gemar gym dan olahraga renang ini mengaku dulu termasuk anak bandel. "Segala bentuk kenakalan sudah saya lakukan. Tidak usah saya sebutlah apa raja. Gara-gara kenakalan saya itu, pendidikan saya tidak bisa selesai tepat waktu. Jadi, saya pikir itu sudah cukup. Sekarang ini saya ingin bisa mendirikan sholat lima waktu, menjadi imam dalam keluarga," tutur ayah dari Syafi Kryan,9 tahun, Aleyda Nashia, 6 tahun, Shalima Zamaiya, 5 tahun dan Muhammad Alfath, 1,5 tahun, hasil dua kali perkawinannya.

Namun dunia politik yang kini digeluti terbilang lekat dengan banyak godaan. Sementara sosok laki-laki pengguna aroma Allure by Channel, ini juga tak kurang mengundang: usia muda, tampan, pengusaha, selalu berpenampilan rapi dan trendi.

Untuk pendidikan, anda tergolong produk luar negeri. Menurut Anda produk luar lebih baik daripada produk lokal?

Bukan begitu. Kakak saya menyelesaikan pendidikan di Indonesia, dan terakhir lulus dari Universitas Indonesia, Iho. Saya sendiri sekolah di luar negeri, itu ada kisahnya. Jujur saja, ayah saya menilai ibu terlampau memanjakan saya. Dikhawatirkan, bila saya berdekatan dengan orangtua terus, saya bisa-bisa tidak menjadi anak mandiri. Karena, apa yang saya minta selalu dipenuhi. Hasilnya kini saya menjadi sangat mandiri, bahkan kadang saya cenderung suka sendiri. Contoh, ketika di rumah saya ingin sendiri untuk beberapa saat.

Sepuluh tahun di luar negeri, selera Anda tetap pada wanita lokal, ya?

Saya memang tidak bertemu perempuan bule yang secara komplet. Jadi, saya bukannya pilih-pilih, cuma tidak ketemu yang cocok.

Beda perempuan bule dan lokal?

Hmmm, badan perempuan lokal lebih kencang, kali ya. Tetapi sebenarnya tidak juga kok. Soal kemampuan bercinta, perempuan bule dianggap lebih mungkin karena di dunia barat itu lebih bebas, bisa jadi itu mempengaruhi kemampuan mereka dalam melakukan percintaan. Sementara orang kita mungkin agak tertutup. Tetapi menurut saya, soal seks bila dilakukan dengan dasar cinta, itulah yang terbaik.

Menurut Anda, benarkah politisi tak jauh dari kehidupan wanita?

Selain uang, kekuasaan ternyata bisa menjadi sesuatu yang merangsang buat perempuan. Saya sadar itu, dan saya senang juga dikagumi.

Anda laki-laki yang menarik. Usia muda, pebisnis, karier politik pun oke. Tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi perempuan. Apakah itu Anda tanggapi sebagai ancaman?

Ha ha…saya berupaya untuk lebih ‘ingat’ saja, dan mengurangi berada ditempat-tempat yang rentan gangguanlah. Tetapi untuk tidak sama sekali, juga rasanya tidak bisa begitu. Sekali dua, di luar kegiatan kerja saya senang bergabung dengan teman-teman. Duduk-duduk ngobrol sembari minum wine. Kalau di rumah, saya senang tontonan film.

Hal apa yang menjadi ketertarikan Anda pada wanita?

Pertama yang dilihat adalah fisik. Itu tidak bisa dibohongi. Dari situ barulah isi pembicaraan. Seorang perempuan harus mempunyai tujuan hidup. Dia harus care untuk satu bidang, entah itu soal makanan, sosial, politik atau fashion. Untuk bidangnya itu, dia ahli dan bisa menjelaskan ketika diajak untuk membicarakan. Jadi, disitulah daya tarik dari perempuan itu.

Wanita ideal Anda sendiri seperti apa?

Mungkin mimpi, ya. Tetapi yang mendekati sih, istri saya saat ini, yang secara fisik menurut saya sempurna, secara intelektual juga memadai, sebagai ibu, dia adalah ibu yang baik bagi anak-anaknya. Berharap pasangan sempurna, pintar secara akademis, jago masak, jago mijat dan entah apalagi, itu mimpi saja.

Arti wanita bagi Anda?

Sebagai pelengkap laki-laki. Manusia kan diciptakan berpasang-pasangan, dan untuk saling melengkapi. Karena perempuan jugalah, maka saya bisa sampai di sini.

Menurut Anda, sudah berjalankah emansipasi perempuan di negeri ini?

Menurut saya, negeri ini lebih maju daripada Amerika. Kita lihat umur Amerika, membutuhkan 150 tahun untuk memperbolehkan perempuan menusuk dalam pemilu. Sementara Indonesia baru merdeka sepuluh tahun, pemilu tahun 1955, perempuan sudah menusuk. Malah, kita sudah punya presiden perempuan sementara Amerika tidak. Jadi menurut saya, di negeri kita emansipasi sudah lama berjalan, cuma mungkin jalan di tempat.

Emansipasi sekarang nampaknya sudah kebablasan. Bagaimana pendapat Anda?

Saya kolot, tergolong laki-laki konservatif dan agak chauvinist, ha…ha. Saya tidak menganggap kodrat perempuan dan laki-laki itu sama. Dalam keluarga harus ada satu pemimpin, dan pemimpinnya itu harus suami. Kesetaraan itu boleh-boleh saja tetapi jangan melupakan kodrat. Saya sendiri, kalau tidak memperbolehkan istri beraktivitas itu salah, saya malah sangat mendukung penuh. Hanya saja, sebelum beraktivitas, istri harus bertanya kepada saya, dan bukan pemberitahuan. Dan, most of the times boleh, tapi saya perlu ditanya. Kebetulan pasangan saya mengerti, karena saya tidak mengada-ada. Andaipun saya tidak memperbolehkan, argumentasi saya jelas.

Perempuan berselingkuh, bagaimana menurut Anda?

Bukan hanya perempuan, laki-laki juga sama-sama tidak boleh selingkuh. Cuma saja, namanya manusia ada yang kepeleset atau terjerumus, he he

Pendapat Anda tentang poligami?

Dari saya belajar mengenai Islam, itu sesuatu yang diperbolehkan, bukan diajarkan. Islam mengajarkan monogami. Dan kalau seorang laki-laki sampai berpoligami syarat-syaratnya kan banyak. Sebagai manusia biasa, saya tidak yakin seseorang yang berpoligami itu bisa berlaku adil. Di salah satu ayat saja ada tertulis bahwa sesungguhnya manusia tidak bisa berlaku adil. Lalu di ayat lainnya ditulis, ketika diperbolehkan beristri lebih dari satu, tetapi tidak mampu, maka ambillah satu sebagai istri dan sesungguhnya itulah yang lebih mulia di mata Allah.

Bila Anda berkesempatan berpoligami…

Jujur saja, saya belum tahu. Untuk sekarang ini sih, saya belum mau karena saya cukup senanglah dengan yang saya jalankan sekarang.

Filosofi hidup Anda?

Dalam hidup ini harus ada target. Tujuan hidup harus jelas mau jadi apa. Paling penting selalu ingat Tuhan, dan ketika kita menuju tujuan yang kita inginkan, kita harus ingat bahwa kita tidak sendirian, ada keluarga. Jadi, tujuan hidup kita disinergikan dengan Yang Maha Pencipta dan keluarga.

Pernahkah Anda mengalami kegagalan?

Sering banget. Dalam bisnis saja, beberapa kali proyek yang sudah tergarap, tidak berujung. Sementara uang sudah banyak terkuras. Begitupun di politik, tahun 2004 saya maju sebagai calon legislatif untuk DPR RI dari daerah perwakilan Maluku Utara. Selama kampanye saya berjuang dan menetap di sana selama 4 bulan dengan membawa istri dan anak-anak. Saya alami kegagalan sementara tenaga, dan uang yang keluar tidak bisa dibilang sedikit. Lalu, paska kongres PAN tahun 2005, target saya bukan menjadi Ketua Propinsi tetapi saya kalah di voting. Kegagalan-kegagalan yang saya temui itu tidak membuat saya berhenti atau kehilangan semangat, saya jalan terus. Dalam berumah-tangga pun saya pernah alami kegagalan. Jadi, kegagalan itu ada dan ada dimana-mana, tetapi bagaimana kita menyikapinya, bagaimana kita bangun dan maju lagi ke depan.

Buat saya kegagalan itu intinya adalah pelajaran, bagaimana kita tidak mengulangi kesalahan itu untuk dua kali, untuk kemudian mencapai sukses.

Bagi Anda, apa arti perkawinan?

Sebuah institusi yang bisa memberikan stabilitas pada diri kita. Saya bisa bilang begitu karena perkawinan itulah yang membuat saya pulang kerumah, membuat saya mempunyai tujuan hidup, dan mengejar cita-cita sepenuh hati. Kalau bicara menggunakan perasaan, tentunya perkawinan ini merupakan bentuk cinta kita kepada istri.

Bagaimana tanggapan keluarga atas putusan Anda berpolitik?

Itulah pentingnya pengertian dan dukungan keluarga, mulai dari istri, orangtua, saudara kandung dan keluarga lainnya. Saya memang tidak bisa seorang diri. Apalagi saya juga usia muda sehingga minim pengalaman untuk me-manage keuangan dengan baik, dan terus terang saja, ada beberapa hal yang menjadi terganggu. Liburan dengan anak sering tertunda. Saya bersyukur memiliki keluarga yang mau bersama-sama mendukung keputusan saya.


Sumber: Male Emporium


Other articles

Yooky Tjahrial, Bisnis "Dugem" Bernilai Milyaran
Tue, 01 May 2007 15:31:00 WIB
Terobosan Bisnis Lingerie Nico Genze
Wed, 18 Apr 2007 13:50:00 WIB
Effendi Gazali, MPS, Ph.D. "Melawan" Lewat Komedi
Tue, 20 Mar 2007 15:30:00 WIB
Majalah Lisa Gatra Senior Majalah Nirmala

Agenda
February 2008
S M T W T F S
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29

75.265

hektar, luas Taman Laut Bunaken. Menjadikannya salah satu taman laut terbesar di dunia dengan jumlah keanekaragaman hayati terbesar


(divenorthsulawesi.com)

Automotive Tips

Thu, 31 Jan 2008 15:06:00 WIB
Awas Mogok Saat Hujan

Drinks

Fri, 25 Jan 2008 15:11:00 WIB
Fireside

Bar Jokes

Big Night
Fri, 01 Feb 2008 17:18:00 WIB

A girl asks her boyfriend to come over Friday night and have dinner with her parents. Since this is such a big event, the girl announces that after dinner, she would like to go out…

2 responses so far




2 Responses to “ME magazine interview”

  1.   skesiaevitincon 13 Oct 2008 at 4:32 am 1

    Hi!
    My name is Jessika!

  2.   Raoulon 13 Oct 2008 at 9:12 pm 2

    Hi Jessika… Thank you for visiting my Blog ;-) cheers!

Comments RSS

Leave a Reply